APAKAH ADA YANG TIDAK ADA ?

Kali ini akan membahas pertanyaan seputar filsafat ontology yaitu “apakah ada yang tidak ada ?”. Pertanyaan seputar ontology memang banyak yang sangat nyleneh, tapi apabila didalami akan membawa keasyikan tersendiri. Saya pun ketika mendalami filsafat ontology, memperoleh banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang barangkali tidak akan ditemui dalam kajian ilmu pengetahuan selainnya.
Filsafat ontology merupakan ilmu yang membahas tentang “ADA”. Louis O Kattsoff membagi ontology menjadi dua pembahasan; pertama, Kosmologi yaitu ilmu yang membahas tentang alam semesta. Kedua, Metafisika yaitu ilmu yang membahas tentang realitas immaterial atau realitas yang tidak dapat di Indra tapi realitas tersebut sebenarnya “ADA”.
Membahas filsafat ontology tidak akan pernah habis karena realitas yang ada sangatlah luas, bahkan manusia pun masih belum mampu menjangkau luasnya alam semesta. Karena alam semesta belum terjangkau, dan realitas tersebut ADA maka manusia belum mampu menjangkau keADA-nya realitas tersebut.
Untuk menjawab pertanyaan “apakah ada yang tidak ada ?” maka variabel pertama yang harus dipahami adalah “Apa itu ADA ?”, dan kedua “Apa itu TIDAK ADA ?”, kemudian melakukan Analisa terhadap pertanyaan tersebut.


APA ITU ADA ?
Beberapa Ilmuwan mendefinisikan ADA secara substansi yaitu pertama Exist, kedua Being (Baca : Perbedaan Exist dan Being)
Ditinjau dari Etimologis

Ditinjau dari Entitas

Ditinjau dari Substansi
 
Kesimpulan : Pada dasarnya semua realitas yang ada baik dalam imajinasi ataupun yang riel merupakan realitas ADA atau EXIST. Tapi belum tentu hal tersebut merupakan realitas BEING atau BENAR-BENAR ADA / NYATA.


APA ITU TIDAK ADA ?
Ditinjau dari Logika
Apabila ADA merupakan realitas yang terdapat dalam imajinasi kita ataupun yang riel, maka TIDAK ADA merupakan negasi dari realitas ADA. Maknanya yaitu realitas yang tidak ada dalam imajinasi kita ataupun yang belum diketahui oleh ilmuan.

APAKAH ADA YANG TIDAK ADA ?
Ditinjau dari Etimologis, maka pertanyaan ini jawabannya yaitu TIDAK ADA. Karena ADA secara bahasa yaitu benar/realitas, sedangkan TIDAK yaitu meniadakan atau menegasikan kata yang diikat. Maka negasi dari realitas pasti TIDAK ADA.
Ditinjau dari Logika, maka pertanyaan ini bertentangan dengan akal sehat. Analoginya, ada kita simbolkan dengan “Ayam”, maka pertanyaannya akan menjadi “APAKAH ADA AYAM YANG BUKAN AYAM ?”.

KESIMPULAN
Sehingga, pertanyaan ini menurut saya tidak layak untuk dijawab, karena secara logika sudah bertentangan. Tapi apabila ditinjau dari etimologis, pertanyaan ini masih dijawab, tapi sekedar tinjauan bahasa.

Perbedaan Ada (Exist) dan Nyata (Being)

Apa perbedaan exist, dan being ?
Perbedaan secara istilah terminology
Exist secara terminologi merupakan kata kerja yang memiliki makna have objective reality dan existence merupakan kata benda yang secara terminologi the fact or state of existing.
Being memiliki dua terminologis, apabila mengacu pada existence maka living; being alive. dan bisa juga memiliki makna a real or imaginary living creature: alien beings.
Dari penjelasan diatas dapat diketahui bahwa secara terminologis exist mengacu pada suatu realitas yang ada. Sedangkan being lebih spesifik, yaitu mengacu pada realitas yang ada tapi dia hidup dan nyata.